Blacklist BI tahap Collect 5
Akhirnya hal yang ditakutkan oleh para nasabah yang akan mengajukan pinjaman ke bank terjadi juga pada kami. Nama istri saya masuk dalam daftar blacklist BI tahap collect 5 yang berarti kredit macet… jegerrrr!!!
Wow kaget juga mendapatkan kabar ini… Hal ini kami ketahui saat akan mengajukan kredit untuk pembangunan rumah kost ke 2, dan oleh marketing bank dimana kami mengajukan berkas diberitahukan bahwa kami memiliki kredit yang telah dinyatakan macet sehingga masuk daftar blacklist BI.
Kredit macet tersebut berasal dari 2 kartu kredit.
Awalnya kami ditanyakan oleh marketing bank tersebut “apakah memiliki utang kartu kredit dari bank xxxxx yang belum dibayarkan?”
Jawab istri saya, “Kami memiliki kartu kredit bank tersebut tapi sudah ditutup tahun lalu”.
Marketing: “informasi dari BI Checking, sudah masuk tahap collect 5 dan ada 1 bank lainnya dengan kasus yang sama”
Jawab istri saya, “ memang saya memiliki kartu kredit dari bank-bank tersebut, namun sudah ditutup kedua-duanya tahun lalu”
Marketing: “ibu mohon diurus dulu penutupan kartu kredit tersebut, karena kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau nama ibu masuk dalam daftar blacklist BI. Kalau bisa dapat surat pernyataan dari bank penerbit yang menyatakan bahwa kartu kredit tersebut memang sudah ditutup dan ibu sudah tidak memiliki kewajiban atas ke-2 kartu kredit tersebut”.
Akhirnya istri menghubungi bank-bank penerbit kartu kredit. Menurut mereka memang sudah ditutup namun prosesnya belum selesai… walah enteng sekali jawabannya… tahun lalu loh tutupnya!
Setelah menelpon Call Center bank-bank tersebut berkali-kali dan dijawab oleh petugas yang berbeda-beda akhirnya dijanjikan dalam 2-3 minggu, Surat Pernyataan bahwa istri sudah tidak memiliki kewajiban atas kartu kredit tersebut akan dikirimkan langsung ke alamat istri saya. Membutuhkan waktu yang lama karena surat tersebut akan dikirimkan langsung dari kantor pusat mereka di Jakarta.
Wow, penutupan kartu kredit membutuhkan waktu 1 thn… luama sekali… itupun nasabah yang harus aktif menanyakan.. kalau tidak akan digantung begitu saja… Itulah gambaran pelayanan bank di Indonesia, sekalipun bank tersebut sebagian sahamnya sudah dibeli oleh bank asing… tetap saja ngaco!
Pelajaran yang didapatkan:
- Jangan terlalu percaya dengan janji muluk marketing saat pembukaan kartu kredit, karena jika ada masalah mereka bukan mereka yang akan menemui nasabah untuk membantu. Namun petugas-petugas lain yang baru sama sekali buat nasabah, dan yang hanya dikenal namanya lewat telpon (itupun kalau sempat dicatat namanya oleh nasabah) yang akan kita temui.
- Jika menutup kartu kredit, harus terus ditindaklanjuti sampai benar-benar kartu kredit tersebut 100% tertutup. Jangan hanya sekali datang dan percayakan pada petugas yang anda temui di counter saat mengajukan penutupan, pengguntingan kartu… tapi tanyakan berkali-kali. Kalau tidak akan seperti pengalaman kami, masuk dalam daftar Blacklist BI…
Akhirnya tertunda deh pengucuran KPR-nya… sabar-sabar…
wah … menunda kesenangan nih he he he, mudah-mudahan ada penurunan bunga KPR setelah BI Checkingnya udah beres …. #BungaKPRmakinMurahNih
Suwita Adiwijaya
17 Oktober 2011 pada 2:46 PM
Iya.. mudah-mudahan cepat beres… dan juga mudah-mudahan bunga KPR turun
enostampang
18 Oktober 2011 pada 5:35 AM
kalau yg kena black list suami. dan istri yg mengajukan kredit apa juga akan ditolak?
weddingringandengagementring
26 Oktober 2011 pada 7:54 PM
Yang saya alami adalah kredit akan diatasnamakan istri saya, dan yang kena blacklist adalah beliau sendiri… saya kira dalam hal ini juga berlaku seperti yang Anda tuliskan diatas… karena kredit memerlukan persetujuan dari pasangan hidup, jika pasangan hidup sudah diragukan oleh bank bagaimana bank bisa mempercayai orang yang hidup bersamanya. Seperti mata uang, jika yang sebelahnya sudah terhapus/rusak sama sekali pada umumnya uang tersebut sudah tidak bisa dipercayai untuk bertransaksi, kecuali ditukarkan ke BI (cuci nama di BI) hehehe…
enostampang
27 Oktober 2011 pada 5:40 AM
Wah jd takut jg. Saya jg pernah tutup kk th 2009. Tp pd th 2010 saya ajukan KPR, Alhamdulillah di terima, tdk ada konfirmasi apapun saya msh ada tunggakan ato tdk. Setelah baca tulisan pak Enos, sptnya mungkin saya msh ada tanggungan di kk yg sdh saya tutup. Krn pd saat penutupan kk saya cuma via call center tdk lgsg ke bank tersebut. Sampe skrg saya sdh tdk terima lg billing dan kk tsb jg masih ada saya simpan. Apa saya hrs BI checking utk memastikan.
arif
22 November 2011 pada 9:08 PM
Pada awal tahun ini, 2011, belum masuk blacklist (atau sudah masuk tapi belum call 5), pada pertengahan tahun tiba-tiba sudah blacklist call 5… wow… sebaiknya cek dulu Pak Arif, hanya sekedar mastiin.
enostampang
23 November 2011 pada 5:14 AM
tp setelah beres bukti pelunasanya bi chekingnya beres jg kan?????
josepha
9 Mei 2012 pada 3:49 PM
Bukti pelunasan bukan dari BI, tapi dari bank bersangkutan. Menurut petugas BI 4 bulan setelah bank ybs minta dicabut maka blacklist akan terhapus. Jadi sekitar bulan Mei ini kemungkinan akan clear, belum saya cek.
enostampang
15 Mei 2012 pada 7:45 AM
sy pernah pinjam kur jangka waktu 1 setengah thn tp sy slh hitung bln ,sy kira 16 bln itu sdh setahun setengah ternyata angsuran sy kurang 2 bln lg tanpa sadar sy nunggak 2 bln,,,, zsetelah itu sy lunasi,,,, tp blm minta bukti pelunasan…. dpt bbrp bln kemudian sy mengajukan kredit d bank zswasta eeeh ternyata bi cheking nya sy kena,,,,, gmn yah cr nama sy bs clear lg,,, pdhl sdh sy lunasi kridit kur nya….
satria
9 Mei 2012 pada 6:11 PM
harus lapor ke pemberi kredit, agar mereka memasukkan surat permohonan penghapusan ke BI. Menurut petugas BI, 4 bln setelah ada permohonan nama nasabah akan terhapus dari black list… semoga cepat clear namanya dari blacklist.
enostampang
15 Mei 2012 pada 7:48 AM
Coba tanyakan ke BI, karena BI bekerja berdasarkan laporan dari bank bersangkutan.. dan butuh waktu untuk bersihkan nama dari blacklist.
enostampang
12 Juli 2012 pada 11:03 AM
Pak…kalau penutupan/ penyelesaian Kartu kredit nya sudah 7 – 9 tahun lalu (pernah macet), apakah sampai sekrang masih ada di list BI?
Belum lama saya ajukan KPR, bank peminjam nya feedback kalau saya ada di list BI calling.
Mohon advise nya.
Kalau sudah lama seperti ini bagaimana urus ke bank nya nih…
adi
7 November 2012 pada 11:28 PM
Pak Adi, ini sama kasusnya dengan istri saya. Waktu itu istri saya langsung ke bank ybs setelah sebelumnya melapor ke call center namun masalah tetap tidak terpecahkan, dan minta surat yang menerangkan bahwa sebenarnya sudah tidak ada masalah dengan KK dan kami meminta agar bank ybs melapor ke BI untuk menerangkan bahwa kami sudah tidak bermasalah dengan KK yang diterbitkan oleh mereka dan mohon blacklist dihapuskan. Biasanya penghapusan dilakukan awal tahun kalau tidak salah. Jika nama masih terdaftar, saat itu oleh pihak BI kami disarankan untuk memasukkan keluhan resmi langsung ke BI sehingga BI dapat menegur bank ybs. Karena BI tidak bisa menghapus nama yang terdapat di blacklist tanpa adanya permohonan dari bank penerbit KK/Kredit.
Dengan menggunakan surat yang dikeluarkan oleh bank ybs kami mengajukan KPR, memang ada bank yang masih mempermasalahkan dan ada juga yang tidak semua itu balik ke kebijakan bank tersebut. Semoga berkenan… sukses selalu…
enostampang
8 November 2012 pada 6:27 AM
pak..saya ambil kpr 10th udah berjalan 1th bisa ngak saya ngambil kpr baru lagi di kota yg berbeda.trimaksh.
andy
8 November 2012 pada 1:37 PM
Menurut pengalaman saya tidak masalah, karena semua cacatan mengenai rekamjejak pinjaman Pak Andy tercatat di BI sehingga tiap bank bisa mengakses hal-hal mengenai pinjaman tersebut. Disamping itu biasanya nasabah dimintai no NPWP dimana dalam laporan NPWP jika melaporkan pinjaman dari bank maka bisa dilacak. Begitu menurut saya… semoga berkenan dan sukses selalu…
enostampang
9 November 2012 pada 9:35 AM
Pencabutan BI checking 4 bulan..? wow lama sekali ya..
saya juga mengalami masalah yang sama, KK saya sudah saya tutup sekitar 4 tahun yang lalu. dan sekarang saya mau KPR, kata Bank yang bersangkutan , saya kena BI Checking call 5.
Tapi anehnya 2 tahun lalu saya mengajukan kredit di salah satu multi finance dan tidak ada masalah.
kanapa bisa begitu ya?
renza
12 November 2012 pada 4:16 PM
Saya juga tidak tahu. Namun menurut petugas di BI, BI tidak mungkin memasukkan seseorang dalam blacklist kalau tidak adanya permintaan dari bank. Dan bank tsb yang harus meminta untuk menghapus nama seseorang yang telah dimasukkannya dalam blacklist BI, karena BI tidak akan menghapus tanpa permohonan tersebut.
Biasanya hal ini terjadi karena nasabah tidak pernah mengecek status mereka di BI, sampai mengetahui bahwa nama mereka telah masuk blacklist BI setelah mengajukan permohonan KPR atau kredit lainnya.
Seharusnya ada prosedur/peraturan dari BI yang mengenakan penalti bagi bank yang melakukan hal tersebut, kecuali memang sang nasabah pernah menunggak kredit hingga layak untuk dimasukkan dalam blacklist.
Untuk itu sering-seringlah mengecek status kita di BI sebelum mengajukan permohonan kredit (hanya usulan dari pikiran saya).
enostampang
13 November 2012 pada 4:34 PM
Rupanya qt py pengalaman yg sama dg KK. 1.5 th yg lalu suami sy mengajukan KPR pd sbh Bank, namun ditolak oleh bank tanpa disebutkan alasan yg jelas. Bbrp hr yg lalu sy tdk sengaja menemukan tulisan ini, dn coba2 kami cek bbrp KK kami yg telah ditutup 2-3 thn yg lalu. Betapa terkejutnya kami, ternyata msh ada 2 kartu yg tertunggak, dan tunggakan itu bkn dikrnkan kami tdk melunasi tapi dr iuran tahunan. Yg lbh parahnya lg tagihan yg timbul akibat premi asuransi sekian persen yg dihitung bkn dr sisa hutang tp dr plafon kredit. Weleh2 bener2 mirip kumpeni. Padahal sekian thn kami tdk pernah dikirimi tagihan ato kartu baru. Sekarang kami dituntut untuk membayar lunas tagihan tsb, bahkan pihak call center memberikan pengurangan untuk itu. Lho..jd bs dong ditawar, aneh jg ya kok bs ditawar. Padahal u bbrp bank lain iuran thnn otomatis dihapus jika qt menutup kartu dn catatan tdk ada tagihan lg. Sebenarnya aturannya bgm sih, mslh penutupan KK ? Yg beginini merugikan debitur. Lalu peran BI dmn yah ?
sonya
8 Februari 2013 pada 5:50 PM
Ibu Sonya, saya juga masih merasakan keanehan bagaimana sampai bisa masuk blacklist untuk KK yang telah lama ditutup. Sebaiknya hubungi bank penerbit KK, dan selesaikan masalahnya. Semoga ada jalan keluar yang baik. BI hanyalah sebagai regulator, tidak mungkin untuk mengurusi setiap nasabah bank. Pada saat masalah yang saya hadapi, petugas BI mengatakan jika tidak ada pemecahan dari bank ybs maka kita sebagai nasabah dapat melaporkan masalah yang dihadapi ke BI sehingga bank tersebut akan ditegur/diperingati. Itu saja yang bisa dilakukan oleh BI. Karena nama kita bisa sampai masuk daftar blacklist karena adanya permintaan dari bank dan yang bisa mencabut adalah bank itu sendiri dengan mengajukan penghapusan nama kita ke BI. Semoga berkenan… sukses selalu!
enostampang
9 Februari 2013 pada 5:00 PM
kmana saya harus memasukkan keluhan resmi ke BI ,, ?? 2009 nama saya pernah dipinjam untuk mengajukan pinjaman kredit di bank ,, ternyata pinjaman macet ,, begitu saya mau mengajukan pinjaman lagi ke bank lain sudah tidak bisa ,, di karnakan nama saya sudah blacklist ,, kolektor bank tsb menerangkan kalau pinjaman saya harus di lunasi dulu ,,, manis nya kolektor itu bicara hendak membantu ternyata bohong belaka ,, saya sudah melunasi pinjaman yang dulu , dan surat lunas sudah saya terima ,,, walau pun bukan saya yang menggunakan uang pinjaman tsb ,, tetapi mengapa sampai skrng nama saya masih masuk blacklist bi ,, dan saya tidak tahu harus kemana dan harus berbuat apa ,, mohon sarannya ,,
setyo subiyanto
9 Mei 2013 pada 3:13 PM
Silahkan ke kantor BI di kota anda, di bagian informasi tanyakan tempat bagian mengadukan keluhan di kantor tersebut. Nama bisa terhapus dari data blacklist diawal tahun kalau tidak salah. Kalau pinjaman macet akan susah sekali untuk mendapatkan kredit di bank manapun, harus dilunasi terlebihdahulu. Semoga cepat dapat kredit kembali, sukses selalu!
enostampang
9 Mei 2013 pada 4:05 PM
ikutan ya pak… Tx atas infonya.. sy mw minta saran, klo sy sbg istri tdk ada namanya di blacklist BI, tp suami ada, kira2 saya bisa ga ya coba aja mengajukan KPR atas nama saya ?? krn mmg klo minta ke BI data sendiri, tp pas mengajukan KPR kan ada kartu keluarga… :<
yus
16 Mei 2013 pada 10:44 AM
Suami atau istri yang masuk daftar blacklist akan sangat susah untuk mendapatkan kredit dari bank. Jadi sebaiknya diselesaikan dahulu blacklist tersebut.
enostampang
17 Mei 2013 pada 5:25 PM